Federer Tampil Gemilang Sepanjang Awal Tahun 2017

Musim pertandingan tenis diawali oleh pertandingan lapangan keras, nama Roger Federer kembali muncul sebagai atlet yang patut diperhitungkan.

Pertandingan tenis akan banyak digelar sepanjang tahun 2017. Miami Open merupakan pertandangan terakhir lapangan keras sebelum para atlet kembali bertanding di musim lapangan tanah liat, termasuk turnamen paling bergengsi, yaitu piala Wimbledon. Namun ada satu nama yang paling mencuat di selama pertandingan sbobet awal tahun, dia adalah Roger Federer.

Setelah berhasil memenangkan Australia Open, Federer juga mampu menggondol piala di Indiana Wells Masters dan Miami Open. Federer seolah ingin membayar keabsenannya akibat cidera lutut yang menimpa dirinya di beberapa turnamen pada tahun 2016, dia merasa takjub sekaligus bangga dengan pencapaiannya sepanjang awal tahun 2017.

Kemenangan Beruntun Atas Nadal

Pasca cidera lutut hampir disepanjang musim turnamen 2016, petenis berkebangsaan Swiss, Roger Federer kembali ke lapangan. Kali ini langkah dan geraknya lebih mantap seolah dia tak pernah mengalami cidera pada lutunya dan lapangan pertandingan adalah area kekuasaannya. Kira–kita itulah gambaran untuk Federer sepanjang turnamen awal tahun.

Menjuarai tiga tempat bukan berarti Federer tidak pernah kalah, sebelumnya dia harus merasakan kekalahan atas Evgeny Donskoy sewaktu bertanding di turnamen Dubai Open. Kalah atas Donskoy tidak membuatnya patah semangat, nyatanya Federer kembali ke lapangan dan mampu mengalahkan Rafael Nadal secara beruntun dalam dua turnamen sekaligus.

Pertemuan pertama Federer dengan Nadal terjadi Januari saat turnamen Australia Open. Mereka bertemu di grand final slam Australia Open dengan kemanangan di tangannya, kemudian Federer kembali mengalahkan Nadal dengan skor 6–2, 6–3 sebelum kembali bertanding dengan Nick Kyrgios pada babak perempat final. Terakhir Nadal kembali dibungkam oleh Federer dalam babak final Miami Open dengan skor 6–3, 6–4.

Kemenangan beruntun Federer atas Nadal tentu mengejutkan banyak pihak. Tahun 2014 keadaan sangat terbalik dibanding sekarang, Nadal memenangkan pertandingan atas Federer di ajang Austalia Open. Seperti yang dikutip dari ATP, dia sangat senang dengan kemenangan tiga beruntun ini, baginya setiap pertandingan antara dirinya dan Nadal selalu memberi kesan tersendiri, baik menang maupun kalah.

Absen di Lapangan Tanah Liat

Petanis 35 tahun asal Swiss memutuskan untuk beristirahat setelah memenangkan banyak pertandingan lapangan keras sepanjang awal tahun 2017. Dia menjelaskan bahwa faktor usia yang sedikit banyak memaksanya untuk absen, di samping itu Federer masih harus memulihkan tubuhnya pasca cidera latut yang dialaminya pada musim pertandingan tahun lalu. Sederet turnamen tanah liat kelas premier di Monte Carlo Masters, Madrid Mastres, dan Roma Masters akan sedikit sepi tanpa kehadiran Federer.

Menurut Federer seperti yang dikutip Reuters, dia akan beristirahat selama dua bulan sebelum kembali bertanding di turnamen tanah liat di Prancis Open. Bagi petenis kelas satu dunia ini, turnamen lapangan tanah liat bukanlah pertandingan yang dia senangi. Tercatat bahwa dari 18 Grand Slam, Federer hanya berhasil meraih gelar juara satu kali di Perancis Open, sisanya dia mengaku lebih senang bermain di lapangan keras.

Selain untuk beristirahat, Federer ingin benar–benar memulihkan keadaannya, dia sama sekali tak ingin tampil tak prima. Menurutnya, kemenangan yang berhasil dia rebut sepajang awal tahun ini karena dia merasa nyaman dengan kondisi fisiknya. Tidak bijak rasanya jika dia terus memaksakan diri untuk mengikuti turnamen judi online selanjutnya.

Setelah kegagalan dalam musim pertandingan tenis tahun lalu, Federer berharap tahun ini dia bisa melaju lebih kencang lagi. Harapan ini tidak terlepas dari ambisnya untuk memenangkan pertandingan tenis paling begengsi, apalagi kalau bukan Piala Wimbledon. Baginya, kemenangan dirinya di Austalia Open dan Indiana Wells Masters benar–benar tidak ada dalam rencananya.

Share